*MEDAN LABUHAN. WI. — Banjir yang merendam Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan dan Kelurahan Besar sejak dia hari terakhir membuat warga resah. Hingga kini, penanganan dari pemerintah dinilai lambat, sementara kerugian material yang diderita warga ditaksir mencapai jutaan rupiah.9 September 2026.
Pantauan di lapangan, ribuan rumah warga masih tergenang dengan ketinggian air sepinggang orag dewasa. Air masuk ke dalam rumah dan merusak perabotan berharga milik warga.
Ibu Mutia, warga Lingkungan 7, mengaku pasrah melihat isi rumahnya rusak.
“Lemari, tempat tidur, kursi, meja, semua terendam. Elektronik juga mati semua. Kerugian bisa sampai 5 jutaan. Kami sudah lapor ke kelurahan dari hari pertama, tapi bantuan belum datang juga,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Rabu malam (9/9).
Keluhan senada disampaikan warga lainnya. Mereka mengaku sudah 2 hari terendam namun belum ada pompa penyedot air maupun bantuan logistik yang merata.
“Kami butuh tindakan cepat. Kalau dibiarkan terus, penyakit juga pasti datang. Anak-anak sudah mulai batuk pilek,” kata Emel warga Lingkungan 8.
Pemerintah Dinilai Lambat,
Warga menilai koordinasi antara kelurahan, kecamatan, hingga Pemko Medan belum berjalan maksimal. Tim penanganan banjir tidak terlihat melakukan pendataan, padahal banjir sudah terjadi sejak rabu pagi.
“Kami tidak minta banyak. Yang kami minta cepat dikeringkan dan ada bantuan untuk ganti barang-barang yang rusak. Ini sudah mau 3 Hari,” tambah warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Lurah Tangkahan dan kelurahan Besar, maupun Camat Medan Labuhan terkait langkah percepatan penanganan dan penyaluran bantuan.
Warga berharap Pemko Medan segera menurunkan pompa, membersihkan drainase, dan menyalurkan bantuan sembako serta uang tunai agar bisa meringankan beban warga pungkasnya.
(VT












