Medan Deli ,WI– Diduga adanya gudang pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) mirisnya letak gudang tersebut berada didaerah rumah padat penduduk,sehingga bebas beroperasi seakan kebal dengan hukum.
Gudang tersebut berlokasi di Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli,Kota Medan kamis (18/3/2025).
Informasi yang diterima wartawan melalui Manager Operasional kalau gudang tersebut memiliki PT.Dwi Mitra Transsejati kami memang mengelola limbah B3 tapi gudang kami ini memiliki ijin,”tegasnya saat dikonfirmasi wartawan melalui aplikasi WhatsApp pribadinya .
Sebelumnya atas temuan lokasi gudang tersebut awak media ini sempat melakukan konfirmasi kepada pak Anto, karena disebut oleh warga pak Anto sebagai pemilik gudang awak media akhirnya mencoba untuk menelpon orang yang dimaksud (red-Anto) ijin pak kami dari wartawan ingin konfirmasi mengenai gudang bapak, dikarenakan gudang tersebut ada mengelola limbah B3 gimana pak?… tanya wartawan, dengan nada rendah pak Anto menyarankan siap pak boleh lah besok kita ketemu,”kata pak Anto.
Lebih lanjut keesok harinya pak Anto ternyata sedang ada urusan sehingga pertemuan itu diahlikan melalui pesan untusan pak Anto, dengan mengatakan ijin saya Janu ,maneger operasional PT.Dwi Mitra Transsejati arahan dari pak Anto,jadi saya diamanahkan untuk ketemu bapak, petunjuk pak,pak Anto hari ini ada meeting dadakan di Polda dengan orang dinas lingkungan hidup,”ucap Janu.
Dari keterangan warga setempat yang namanya tidak mau disebutkan menerangkan, gudang tersebut baru beberapa bulan beroperasi, dan belum ada tindakan dari aparat pemerintah maupun aparat penegak hukum.
“Kami meminta kepada pihak berwenang, Untuk menindak tegas pemilik gudang, soalnya itu limbah B3 bang,” ujar warga.
Warga berharap, pihak aparat penegak hukum baik TNI maupun Polri untuk menindak tegas pemilik gudang pengolahan limbah B3 tersebut sebelum adanya korban jiwa.
“Mohon ditindak tegas dan pemilik usaha tersebut agar ditangkap kalau memang Gudang tersebut tidak sesuai dengan ketentuan ijinnya diharapkan tidak ada beroperasi lagi,” harapnya.
(Han)












