Istri Alami KDRT Ditetapkan Jadi Tersangka

Avatar photo

Sherly,korban yang alami KDRT(Han)

MEDAN,WI-Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami Sherly (36) memiliki kejanggalan. Pasalnya, ia ditetapkan tersangka dengan kasus yang sama oleh suaminya Roland.

Tersangka mencekik leher istrinya hingga memar selanjutnya, terlapor mendorong jatuh dan kaki mengenai tangga hingga memar dan sakit, bahkan korban sempat disekap beberapa saat. Beruntung dapat melarikan diri karena kakak korban datang.

Penganiayaan di Kompleks Cemara Asri, Kebupaten Deliserdang, Jumat tanggal 05 April 2024 lalu, Sherly mengalami luka-luka lembam sekujur tubuh, bahkan dirinya sampai dilarikan ke rumah sakit.

Penasihat Hukum Jonson David Sibarani SH,MH menyayangkan tindakan unit PPA Polrestabes Medan yang menetapkan kliennya sebagai tersangka kasus KDRT.

“Sangat tidak logika bagaimana seorang istri menganiaya suami dengan postur yang jauh lebih besar, dan anehnya penetapan tersangka terjadi bertepatan dengan hari yang sama dengan suaminya ditetapkan sebagai tersangka di Polda Sumatera Utara,” ungkap Jonson Sabtu (10/05/2025).

BACA JUGA  Tahun 2024, AZP Programkan Kades, Perangkat Desa dan BPD Terima Gaji Setiap Bulan, Juga Bisa Pinjaman

Untuk itu Jonson memohon kepada pimpinan Polri agar memeriksa Penyidik unit PPA Polrestabes Medan.

Karena dalam gelar perkara di Ditreskrim Poldasu dipimpin AKBP Mangara Hutagalung yang dihadiri Prof Alfi sebagai Ahli Pidana, Bidkum, Propam Poldasu, unsur penyidik Polrestabes Medan dan Renakta Krimum Poldasu. Ahli pidana yang dihadirkan Prof Alfi dalam gelar perkara tersebut menyebutkan bahwa pada bagian tubuh pelapor hanya ada bekas luka dan bukan luka baru.

“Ketika rekonstruksi tidak ada 1 adegan pun yang menunjukkan Sherly melakukan penganiayaan, tapi kenapa Polrestabes Medan berani menetapkan klien saya menjadi tersangka?” kesalnya

Jonson akan mempersiapkan laporkan ke Mabes Polri untuk mendapatkan keadilan.

BACA JUGA  Start 2026 Tanpa Narkoba, Lapas Tebing Tinggi Laksanakan Tes Urine.

“Jadi kita heran masalah tai burung, bintang-bintang melibatkan diri untuk masalah kasus ini,” bebernya.

Saat ini Sherly berserta ketiga anaknya sangat tertekan, Jonson juga akan memohon kepada komisi perlindungan perempuan agar kasus ini bisa terselesaikan.(han)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *