Deliserdang,WK – Pelaksanaan eksekusi lahan di Pasar IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, berlangsung dalam situasi tegang pada hari ini. Kapolres Pelabuhan Belawan beserta jajarannya melaksanakan langkah strategis dengan menarik pasukan sementara, semata-mata demi mengutamakan keselamatan jiwa semua pihak yang hadir di lokasi.
Sebelum penarikan pasukan dilakukan, Kapolres Pelabuhan Belawan telah berulang kali menyampaikan imbauan kepada massa yang berkumpul agar tidak melakukan tindakan anarkis dan menyelesaikan masalah secara damai. Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan. Massa terus melakukan serangan terhadap aparat kepolisian yang sedang bertugas dengan melempari:
• Batu
• Botol keras
• Bom molotof
• Satu botol berisi bensin/pertalite
Tindakan ini sangat berisiko menimbulkan korban jiwa yang besar, baik dari kalangan warga maupun aparat kepolisian.
Pernyataan Kapolres Pelabuhan Belawan
Terkait penarikan pasukan, Kapolres Pelabuhan Belawan menyampaikan penegasan:
“Kami menarik pasukan saat ini demi KESELAMATAN JIWA, BUKAN mundur dari penegakan hukum. Penegakan hukum tetap berjalan dan akan terus berjalan. Langkah ini diambil agar tidak ada korban jiwa yang jatuh akibat situasi yang semakin memanas. Kami tetap menjaga proses hukum berjalan sebagaimana mestinya, dan segala tindakan anarkis yang terjadi akan diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(Han).












