Medan Marelan -Keresahan masyarakat terkait dugaan limbah yang diduga dibuang sembarang oleh salah satu perusahaan CV.Golden Seafresh yang beralamat di jalan kapten Rahman buddin, lingkungan 14, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan,hasil tangkapan dari laut kini mulai jadi perhatian dari wakil ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra SH.
Sementara itu warga sudah sangat resah dengan keberadaan dugaan limbah CV.Golden Seafresh yang selalu dibuang langsung ke parit, sedangkan limbah kotoran cumi, sotong, mereka buang sembarang di area pertambakan belakang pabrik persis di lingkungan 14 sehingga dari seputar area lokasi pertambakan bawahannya bikin mual.
Lurah Kelurahan Terjun Lukman ketika di kirim pemberitaan soal limbah dalam judul kalau lah CV, Golden Seafresh diduga tak memiliki IPAL diminta Kepala DLH Pemko Medan untuk sidak,dia sempat memberikan komentar kepada wartawan pada Jumat 28 Desember 2024 malam.Hal ini disampaikan melalui aplikasi WhatsApp pribadinya dengan mengatakan kok tahu abang tidak ada ipalnya,”jawab lurah.
Hadi Suhendra ketika dimintai komentarnya pada minggu 29 Desember 2024, sekitar pukul 17:45 wib,soal limbah CV, Golden Seafresh yang diduga buang sembarang menangapi persoalan limbah hingga marah.
“Mengenai limbah ini bang,saya pasti marah lah, karena efek limbah ini tidak baik kalau pencemarannya langsung kenak masyarakat.Perlahan kita akan perbaiki Kota Medan ini bang.Kalau perusahaan nakal-nakal ini kalau gak mau dibilang baik-baik akan kita pertanyakan juga bang, mengenai izinnya, pasti panjang ceritanya karena kalau saya pasti dan pasti membela masyarakat bang,”tegas Wakil ketua DPRD Kota Medan.(Han)












