Medan Marelan ,WI-Keberadaan PT.Jaya Beton beralamat di lingkungan 5 , jalan Pulau Danau Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, saat ini telah menjadi biang permasalahan akibat mobil truk pengangkut beton yang keluar masuk membuat permukiman warga retak.
Hal ini dikatakan warga dari warung kopi yang tak jauh dari PT.jaya beton kepada awak media ini kami warga lingkungan 5 lorong sejahtera pada Jumat (12/12/2025) iya bang perusahaan tersebut hanya buat janji -janji manisnya saja , bahkan sangat melukai perasaan kami karena apa janji mereka waktu rapat di polres itu CSRnya mau diberikan namun sampai sekarang belum ada dirasakan,kami lihat saja dalam waktu dekat ini, kalau tidak ada titik terangnya masyarakat disini mau gelar aksi demo ke PT.Jaya Beton ,”cetus warga yang namanya minta disebut berinisial H dengan nada geram.
Persoalan di PT jaya beton ini bukan untuk yang kali ini saja terjadi pak, sebelumnya juga pernah limbahnya sempat jadi masalah ,sebelumnya masyarakat Siombak sewaktu jamannya Wakapolres almarhum pak Iwan kemarin sudah pernah juga dijanjikan eh…sampai sekarang belum ada titik terangnya juga.
Sementara kami ini mau mengadu kesiapa lagi, kalau gak sama media biar viral akibat keresahan kami warga, karena lurah saja sepertinya tidak ada berpihak kekami makanya beberapa hari yang lalu sempat juga beberapa omak-omak mengelar aksi demo dikantor kelurahan paya pasir, kami semua warga menutut CSR dari PT.jaya beton agar segera dikeluarkan karena orang yang punya usaha kami yang kenak dampaknya.
Konfirmasi melalui ke PT.Jaya beton untuk membuat berita dengan suasana yang berimbang terkait keluhan warga melalui HRD Zulkifli menyambut baik kehadiran wartawan hingga konfirmasi berjalan lancar tanpa ada hambatan.
Sebelumnya saya memperkenalkan diri kami dari media kehadiran kami kemari untuk konfirmasi terkait keluhan warga soal PT.Jaya Beton, menurut warga rumah mereka pada retak akibat truk yang keluar masuk pengangkut beton, bahkan mereka menagi janji soal CSR yang tak kunjung ke jelasnya gimana tanggapannya pak?,”tanya media. Sebelumnya terimakasih atas kunjungannya kemari,saya HRDnya kalau atasan saya JM pak Wahyudi sedang tidak berada dikantor jadi kalau soal itu kita tidak bisa menjalankannya secara detail karena itu bukan Rana saya pak.
Boleh juga kita tanggapi sedikit kalau soal limbah semenjak adanya surat dikeluarkan oleh DLH Kota Medan,setau saya sudah 2 tahun yang lalu, semenjak itu sampai sekarang tidak pernah ada lagi kita keluarkan limbah nya ,saya rasa juga itu bukan limbah karena hasil buangan semen yang sudah tidak bisa dipakai lagi pak, lebih lanjut saya tidak bisa pajang lembar untuk menjelaskan semua pertanyaan bapak, karena itu wewenang nya atasan saya.
Sebagai penutup pak Zul tidak bersedia kalau lah PT.Jaya beton harus beritakan ke media menurut pak Jul nanti takutnya kita salah,baiknya kita tunggu saja atasan saya besok atau lusa ada, orang bapak boleh datang lagi,” sebut HRD dengan nada santun (Han).












