Fto: salah satu terduga pelaku perusakan rumah warga
Medan Labuhan,WI – Konflik yang terjadi di kawasan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 03.30 WIB, memunculkan dugaan adanya upaya pengalihan isu untuk menutupi masuknya narkotika jenis sabu ke wilayah tersebut.
Sejumlah warga menduga kericuhan yang terjadi sengaja diciptakan oleh pihak-pihak tertentu agar situasi menjadi tidak kondusif. Dugaan itu berkembang di tengah keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba di kawasan Sei Mati.
Dalam insiden tersebut, sejumlah rumah warga dilaporkan menjadi sasaran perusakan oleh puluhan orang tak dikenal (OTK). Salah satu rumah yang mengalami kerusakan adalah milik Ganda Putra Simbolon selama dua hari berturut turut mulai jumat sampai sabtu 18/7/2026 dini hari.
Peristiwa itu telah dilaporkan secara resmi ke Polsek Medan Labuhan untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ganda Putra Simbolon menilai kericuhan yang terjadi bukan sekadar bentrokan biasa. Menurutnya, terdapat dugaan bahwa situasi tersebut dimanfaatkan sebagai pengalihan isu terkait masuknya barang haram berupa sabu ke kawasan Sei Mati. Ia juga menyebut adanya dugaan keterlibatan seorang terduga bandar narkoba berinisial ACU SD
Namun demikian, tudingan tersebut masih berupa dugaan dan menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan serta pembuktian.
“Kami berharap aparat kepolisian mengusut tuntas peristiwa ini, termasuk menyelidiki dugaan adanya kaitan dengan peredaran narkoba. Warga sudah sangat resah dengan maraknya peredaran sabu di Sei Mati,” ujar Ganda.
Ia juga meminta aparat segera menangkap pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam jaringan peredaran narkotika maupun pelaku perusakan rumah warga, sehingga keamanan dan ketertiban di lingkungan Sei Mati dapat kembali pulih.
Kasus perusakan rumah Ganda Putra Simbolon sebelumnya telah menjadi perhatian masyarakat setelah puluhan orang tak dikenal diduga melakukan aksi penyerangan dan merusak kediamannya. Kini, muncul dugaan bahwa insiden tersebut berkaitan dengan upaya menciptakan kondisi yang tidak kondusif di tengah isu maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai dugaan keterkaitan kericuhan dengan aktivitas peredaran narkotika. Aparat diharapkan dapat mengusut seluruh rangkaian peristiwa secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah.
(Red)












