Teks fto:kakak korban dan sepupunya saat memberikan keterangan dirumah sakit Pirnagdi
MEDAN,WI-Bentrok antar warga dibelawan yang terjadi dilorong Melati Belawan I Kecamatan Medan Belawan kembali pecah,selasa(16/1/2024).
Akibat bentrok tersebut seorang warga bernama rio harus bertahan memperjuangkan nyawanya yang saat ini kritis dirumah sakit Pirngadi medan akibat kepala nya tertembak Peluru yang diduga dilakukan oleh oknum Polisi.
Menurut keterangan dari kakak kandung korban Adel(30) menjelaskan,korban tidak ikut dalam kejadian bentrok tersebut.
“Sebelum kejadian,adikku ini bang lagi makan malam dirumah kami,tiba tiba ada didengar suara ribut dia pergi keluar rumah melihat apa yang terjadi,”ujarnya sambil menahan sedih.
“Tiba tiba kami melihat ada mobil patroli polisi saat mengamankan bentrok antar warga tersebut dan saya lihat ada oknum petugas dari dalam mobil sambil mengeluarkan tembakan dan langsung kulihat adikku rio terjatuh dengan kepala nya mengucurkan darah yang banyak,”lanjutnya lagi.
“Harapan kami pihak keluarga agar kasus adikku ini bisa diusut dengan tuntas,karena adikku ini gak ada ikut bentrok,”lanjutnya.
Hingga sampai saat ini saat awak media ini dilokasi rs pirngadi medan pukul 01:30 wib,korban kritis masih akan dilakukan rujukan dan dilakukan scaning dibagian kepala nya dulu sebelum dibawa kerumah sakit Adam Malik,sebab keterangan dari dokter jaga dirumah sakit ini belum lengkap peralatannya untuk menangani luka tembak korban.
Saat ini Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian
Kuasa hukum korban, Hanter siregar SH yang saat ini juga sedang mendampingi korban meminta kepada aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus ini.
“Apabila saat mengamankan tawuran,pihak kepolisian seharusnya memberikan peringatan keatas,bukan langsung menembak kepala korban dari belakang,”ujarnya.

“Polisi dalam menjalankan tugas dan fungsinya itu sudah ada SOP nya dalam hal melakukan penembakan ,artinya tidak boleh sembarangan menembak,”lanjutnya lagi.
“Saat ini ada korban sedang kritis dirumah sakit,siapa yang harus bertanggung jawab,”tanyanya
“Dalam hal ini kita meminta pihak kepolisian mengusut secara tuntas kasus ini, jangan pandang bulu seolah olah melindungi oknum anggota polisi yang secara jelas melanggar SOP dalam menjalankan tugasnya, apalagi menurut info yang kita terima dari kakak kandungnya dan juga saksi mata yang mendengar suara penembakan tersebut jelas bahwa korban tidak terlibat dalam aksi tawuran tersebut, melainkan korban sedang makan, namun mendengar keributan di luar, korban pun pergi keluar untuk melihat apa yang terjadi di luar”tutupnya.
Bersambungggg
(Red)












